Source : KOMPAS, KAMIS 27 OKTOBER 2011
SISTEM KESEIMBANGAN TUBUH
VERTIGO GEJALA PENYAKIT LAIN
Jakarta, Kompas. Vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala penyakit lain. Vertigo dapat menjadi tanda awal adanya stroke dan menjadi faktor risiko berbagai gangguan penyakit dalam, seperti diabetes melitus atau hipertensi.
“Vertigo tak membahayakan, banyak yang sembuh sendiri. Yang berbahaya ketika penderita vertigo terjatuh,” kata Guru Besar Departemen Ilmu Telinga Hidung Tenggorok (THT) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jenny Bashiruddin, di Jakarta, Rabu (26/10).
Vertigo juga tak selalu berkaitan dengan gangguan sistem saraf. Vertigo terjadi akibat terganggunya sistem keseimbangan tubuh.
Penderita vertigo umumnya merasa diri atau lingkungannya berputar. Sejumlah penderita bahkan tak berani bergerak atau membuka mata karena sakit yang ditimbulkannya. Biasanya disertai mual dan muntah.
Dokter spesialis saraf M Kurniawan mengatakan, 40 persen vertigo dialami orang berusia diatas 40 tahun. Ini terjadi seiring dengan menurunnya fungsi organ tubuh akibat penuaan. “Penderita usia muda umumnya akibat trauma atau benturan, baik ringan maupun keras,” ujarnya.
Sumber vertigo
Sekitar 80 persen kasus vertigo bersumber dari gangguan perifer, yaitu pada telinga bagian dalam. Ini terjadi pada reseptor keseimbangan tubuh (vestibular), radang saraf vestibular, atau penyakit meniere.
Gejala penyakit meniere adalah vertigo, telinga berdenging, dan pendengaran berkurang. Ini terjadi akibat gangguan cairan di telinga bagian dalam.
Sebanyak 20 persen sisanya bersumber dari gangguan sentral di otak. Keluhan jenis ini akibat gangguan pembuluh darah di otak (stroke) atau tumor. Stroke dan tumor mengganggu nucleus di vestibular pada batang otak, otak kecil, atau pusat sensorik di otak besar.
Sumber gangguan ini penting diketahui agar penanganan vertigo tepat sasaran sesuai penyebabnya.
Dari penelitian dokter spesialis THT-bedah kepala leher Entjep Hadjar, 28,3 persen keluhan vertigo pada lima tahun lalu merupakan jenis vertigo posisi paroxysmal jinak (BPPV).
Vertigo jenis ini terjadi akibat endapan batuan di saluran setengah lingkaran. Keberadaannya membuat BPPV juga disebut penyakit batu alat keseimbangan. Batuan ini sebenarnya butiran kristal kalsium karbonat penjaga keseimbangan tubuh.
Untuk mengatasi gangguan BPPV, penderita cukup menjalani terapi dengan vibrator, tak perlu operasi/menggunakan obat tertentu. Teknik ini menghancurkan batu itu di saluran setengah lingkaran dan menggiringnya ke tempat semestinya.